menu
SURABAYA, 05-Jul-2010
Ariza Berharap Jadi NBA All-Star
mainphoto
PUNGKASI EVEN: Dari kiri, Azrul Ananda, Noviantika Nasution, Trevor Ariza, dan Ed Winkle saat penutupan NBA Madness. (Dita Putri/Jawa Pos - 4 Juli)

Seperti Danny Granger dan David Lee yang Pernah ke Indonesia

SURABAYA – Puncak kehebohan NBA Madness presented by Jawa Pos terjadi pada hari terakhir kemarin di atrium Supermal Pakuwon Indah. Penutupan even lifestyle basketball itu diwarnai aksi ’’parade’’ dunk bintang-bintang National Basketball League (NBL) Indonesia.

Penutupan manis itu membawa kesan mendalam bagi Trevor Ariza, bintang Houston Rockets, yang mengisi final weekend NBA Madness, 1–4 Juli.

’’Ini adalah rangkaian perjalanan pertama saya ke Asia. Dan, sepertinya akan sulit menemukan perjalanan yang lebih baik daripada trip ke Surabaya ini,” ujar bintang yang pada musim 2008–2009 lalu membawa LA Lakers menjadi juara.

Ariza juga mengaku bahwa Surabaya membuatnya betah. ”Saya tidak mengira ada banyak sekali orang yang mengenal saya di Surabaya. Mereka selalu menyambut dengan hangat. Crowdnya luar biasa,” tambah pemain bernomor jersey 1 tersebut.

NBA Madness, ungkap pemain bertinggi 203 sentimeter itu, membuatnya bisa lebih banyak memberikan semangat kepada orang lain. ”Saya selalu ingin bisa membuat orang lain bersemangat untuk berbuat lebih. Semoga kedatangan saya ke Surabaya juga memberikan semangat kepada banyak orang,” ungkap Ariza.

Ariza pun mendengar bahwa sudah ada dua pemain NBA yang datang ke Indonesia, dan kemudian menjadi All-Star. Yaitu, Danny Granger (Indiana Pacers) dan David Lee (New York Knicks). ”Semoga saya akan menjadi yang berikutnya (jadi NBA All-Star, Red),” katanya.

Yang membikin penutupan itu kian manis adalah totalitas aksi-aksi para pemain NBL yang hadir kemarin. Mereka adalah Muhammad Isman Thoyib dari Aspac Jakarta, Wijaya Saputra (CLS Knights Surabaya), Ponsianus ’’Koming’’ Nyoman Indrawan (Pelita Jaya Jakarta), Ruslan (Stadium Jakarta), dan Amin Prihantono (Satria Muda Jakarta).

Aksi yang mengundang decak kagum penonton itu adalah ketika para pemain NBL tampil pada Jawa Pos Slam Dunk Contest. Misalnya, atraksi Amin Prihantono. Saat nge-dunk pertama, Armin nombok ke keranjang sambil pura-pura menelepon dari ponselnya.

Sontak penonton memberikan aplaus. Termasuk tiga juri spesial, yakni Direktur Jawa Pos Azrul Ananda, Trevor Ariza, dan Ketua Umum Perbasi Noviantika Nasution. Tiga juri tersebut masing-masing memberikan nilai 9 kepada Amin.

Pada aksi kedua, Amin melakukan terobosan lain. Dia melompati empat penonton membungkuk di bawah ring. Amin pun bisa menuntaskan aksi mendebarkan tersebut dengan satu dunk yang sangat powerfull. Penonton lantas memberikan tepuk tangan panjang kepada Amin. Juri juga terkesan. Azrul dan Ariza memberikan nilai sempurna 10, sedangkan Novintika memberikan nilai 9.

Meski aksi Amin sangat mengesankan, yang menjadi juara dalam kontes tersebut adalah Ruslan dari Stadium Jakarta. Dia melakukan aksi nombok spektakuler dengan meloncati dua penonton yang berdiri di bawah ring yang sudah ditinggikan menjadi 275 cm. Dua penonton yang diloncati adalah Adityo Arsitomo dan Jessica Sutikno. Total, dari dua kali kesempatan ngedunk Ruslan mengumpulkan 59 poin.

Di sela-sela aksi slam dunk, para pemain NBL dan Trevor Ariza memberikan kejutan ulang tahun kepada Azrul Ananda. Skenarionya, Ruslan hendak nombok dengan melewati Azrul yang duduk pada kursi di bawah ring. Namun, mata Azrul ditutup dengan kain hitam. Ternyata Ruslan tidak jadi nombok. Ariza malah membuka penutup mata itu lalu memberikan kejutan berupa kue ulang tahun kepada Azrul. Staf dan pemain CLS juga memberikan kue ultah. Tidak hanya untuk Azrul, tetapi kepada Ariza yang berulang tahun ke- 25 pada 30 Juni lalu.

Pemain Satria Muda Jakarta Amin Prihantono mengaku sangat terkesan dengan NBA Madness. Dia mengatakan, keikutsertaannya untuk kali pertama di even ini meninggalkan kesan sangat mendalam. ’’NBA Madness sangat bagus. Apalagi ada pemain NBA-nya. Ini bisa menjadi motivasi sangat besar bagi pebasket nasional. Apalagi antusiasme Surabaya juga luar biasa. Lihat saja penontonnya, ramai sekali,’’ katanya.

Sementara itu, Noviantika Nasution menuturkan, NBA Madness adalah even yang inspiratif. Kedatangan pemain NBA seperti bintang New York Knicks David Lee tahun lalu dan Trevor Ariza bisa menumbuhkan kecintaan publik terhadap basket. ’’Pemain kita juga bisa belajar kepada mereka. Terutama soal peningkatan kualitas permainan dan menjadi profesional sejati,’’ kata Novinatika.

Acara NBA Madness ditutup dengan pengalungan medali dari Trevor Ariza kepada para pemenang game. Dalam pidato penutupannya, Senior Director Business Development & Marketing Partnerships NBA Asia Ed Winkle mengucapkan terima kasih kepada masyarakat basket Surabaya yang sangat luar biasa men-support acara ini. (nur/c2/dos)


 

NBA Madness, The NBA's interactive basketball lifestyle event
consisting of hoop games, music performances, and special appearance by NBA talents.

© 2009 NBA Properties Inc.
All rights reserved