menu
SURABAYA, 06-Jul-2010
Janji Superstar demi Surabaya
mainphoto
IDOLANYA IDOLA: Dari kiri, Wijaya Saputra, Ruslan, Isman Thoyib, Amin Prihantono (bersalaman), Trevor Ariza, dan Ponsianus ”Koming” Nyoman Indrawan saat tampil di hari terakhir NBA Madness presented by Jawa Pos Minggu (4/7) di Supermal Pakuwon Indah. Bagi para pemain NBL Indonesia ini pun, bertemu bintang NBA seperti Ariza adalah sebuah kehormatan besar. (DITA PUTRI/JAWA POS)

Gairah Baru Trevor Ariza setelah Jadi Bintang Tamu NBA Madness presented by Jawa Pos

Kesan mendalam dirasakan Trevor Ariza dalam kunjungannya selama lima hari di Surabaya dalam rangkaian NBA Madness presented by Jawa Pos. Sambutan hangat para fans dan warga kota membuat dia terlecut untuk berbuat lebih pada musim depan. Lebih dari melanjutkan tradisi Danny Granger dan David Lee yang jadi All-Star, dia ingin menjadikan dirinya superstar untuk Surabaya.

ARIZA merupakan bintang keempat NBA yang datang ke Surabaya. Namun, tidak banyak bocoran yang dia dapatkan mengenai Kota Pahlawan. Termasuk dari rekan setimnya di Houston Rockets, Kevin Martin, yang tahun lalu menjadi bintang tamu Indonesia Development Camp yang diselenggarakan DBL Indonesia.

Padahal, perasaan waswas biasanya menghampiri orang Amerika Serikat yang akan datang ke Indonesia. Pertama, biasanya karena jaraknya yang begitu jauh. Kedua, tentu saja karena alasan keamanan.

Namun, hal itu tidak dirasakan Ariza. Perasaannya nyaman sejak dirinya hendak meninggalkan Negeri Paman Sam dari Los Angeles. Sepanjang perjalanan sekitar 20 jam, dia banyak tidur. Jadi, perjalanan yang melelahkan bagi sebagian besar orang itu terasa singkat bagi juara NBA bersama LA Lakers pada 2009 tersebut. ’’Saya tidur hampir sepanjang penerbangan,’’ ungkap Ariza yang sebelum ke Indonesia transit di Singapura.

Dia mulai berinteraksi dengan fans basket dan warga Surabaya pada Kamis lalu (1/7) dalam opening ceremony pekan terakhir NBA Madness presented by Jawa Pos di Atrium Supermal Pakuwon Indah. Wow! Mungkin kata itulah yang bisa menggambarkan kesan yang dia rasakan.

’’Para fans basket di sini luar biasa. Orang-orangnya juga sangat ramah,’’ puji Ariza tentang warga Surabaya. ’’Sambutan itu benar-benar di luar perkiraan. Saya belum sempat bertanya apa-apa kepada Kevin yang tahun lalu ke Surabaya. Kini, saya bisa merasakan sendiri bagaimana hebohnya acara ini,’’ lanjutnya.

Mendapat sambutan begitu luar biasa, Ariza pun terlecut untuk memberikan sesuatu yang spesial bagi Surabaya. Selama menjadi bintang tamu NBA Madness, dia sudah tampil all-out. Lebih dari itu, dia ingin memberikan hadiah yang lebih istimewa saat sudah kembali ke AS.

Apa itu? Dia ingin melanjutkan tradisi Danny Granger dan David Lee yang masuk All-Star beruntun setelah menjadi bintang tamu even NBA yang diselenggarakan Jawa Pos di Surabaya. Granger masuk All-Star pada 2009, Lee pada even perang bintang itu Februari lalu. ’’Saya akan berlatih keras musim panas ini agar bisa memperbaiki permainan saya demi terpilih bermain di All-Star,’’ tegas Ariza.

Tahun depan, NBA All-Star diselenggarakan di Los Angeles. Seperti musim-musim sebelumnya, NBA All- Star akan dilakukan bersamaan dengan jeda musim reguler pada Februari. ’’Apalagi, All-Star akan diselenggarakan di Los Angeles, kota tempat saya mulai terkenal di NBA,’’ ujarnya.

Sebagai catatan, Ariza mulai menjadi pemain top NBA setelah turut mengantarkan LA Lakers juara pada 2009. Dengan kemampuan defense yang hebat, dia menjadi penyeimbang Kobe Bryant yang hebat dalam urusan mencetak poin.

Sukses itu mengubah jalan karir Ariza. Menjelang musim 2009-2010, dia diminati banyak tim. Pemain jebolan University of California, Los Angeles (UCLA), itu akhirnya memutuskan menjadi free agent. Dia akhirnya direkrut raksasa NBA lainnya, Houston Rockets.

Perubahan peran dirasakan Ariza selama di Rockets. Jika di Lakers menjadi role player alias pemain pendukung, di Rockets, dia menjadi bintang utama alias franchise player. Sebab, bintang utama Rockets, Yao Ming, absen sepanjang musim lalu karena menjalani operasi kaki. Singkatnya, Ariza menjadi Kobe-nya Rockets.

’’Tantangan sebagai pemain utama tersebut membuat skill saya berkembang dengan cepat. Saya sangat senang dengan kesempatan yang diberikan Rockets,’’ beber Ariza.

Karena superstar, jatah main Ariza pun sangat tinggi. Sepanjang musim lalu, rata-rata dia turun 36,5 menit per pertandingan dengan rata-rata 14,9 poin dan 5,6 poin per pertandingan.

Ariza banyak belajar dari Kobe untuk menjadi seorang franchise player. MVP final NBA 2010 itu memang merupakan salah seorang franchise player dalam sejarah NBA dengan lima cincin juara.

’’Saya ngobrol dengan Kobe untuk meminta saran agar saya bisa menjalankan peran sebagai scorer dengan baik,’’ ungkap Ariza. ’’Bahkan, dua hari sebelum ke Surabaya, saya sempat menelepon dan berbicara dengan dia,’’ katanya tanpa menjelaskan isi pembicaraan itu.

Nah, peran sebagai franchise player itulah yang akan diasah Ariza sekembali dari Surabaya, selain menjadi All-Star seperti Granger dan Lee. Pulihnya Yao Ming membuat peluang Ariza merebut cincin juara kedua semakin besar.

Plus Luis Scola dan Kevin Martin, Rockets akan menjadi salah satu tim paling solid di NBA musim depan. Hal itu pun akan membuat sinar kebintangan seorang Ariza semakin terang. Wah, bangganya Surabaya kalau itu kelak benar-benar terjadi. (rocky padila/c5/ang)


 

NBA Madness, The NBA's interactive basketball lifestyle event
consisting of hoop games, music performances, and special appearance by NBA talents.

© 2009 NBA Properties Inc.
All rights reserved